Arachis pintoi Kacang
πΏ Kacang Arachis: Leguminosa Bernutrisi Tinggi untuk Pakan Ternak
Arachis pintoi atau dikenal sebagai kacang hias/forage peanut, merupakan tanaman leguminosa asal Brasil yang telah menyebar luas di Indonesia sebagai hijauan pakan ternak.
Tanaman ini memiliki kemiripan dengan kacang tanah, namun lebih unggul sebagai penutup tanah sekaligus sumber pakan berkualitas tinggi.
π± Karakteristik Kacang Arachis
• Daun: Terdiri dari 4 helai (majemuk), tampak khas
• Batang: Menjalar, tinggi ±50 cm
• Akar: Dalam dan kuat, banyak cabang
• Bunga: Kuning cerah
• Ketahanan:
- Tahan penggembalaan dan pemotongan intensif
- Efektif mencegah erosi pada lahan miring
βοΈ Syarat Tumbuh
Kacang Arachis cukup adaptif dan fleksibel terhadap lingkungan:
• Tanah: Subur hingga sedang, termasuk tanah liat berpasir dengan pH rendah
• Iklim: Tropis basah, kemarau pendek
• Naungan: Toleran terhadap naungan ringan–sedang
• Toleransi: Tinggi terhadap unsur Mn dan Al
• Catatan: Kurang cocok pada kemarau panjang (kecuali daerah sejuk)
π Produktivitas & Kualitas Hijauan
• Produksi hijauan: Hingga ±2,5 ton/ha tiap defoliasi
• Ketahanan: Sangat tahan di padang penggembalaan
• Kombinasi tanam: Cocok dengan rumput seperti:
- Brachiaria decumbens (BD)
- Rumput Bahia
- Kikuyu
π± Budidaya Kacang Arachis
Beberapa metode pengembangan:
1. Stek Batang (Vegetatif)
• Cepat dan efektif untuk memperbanyak tanaman
2. Penanaman dengan Biji
• Bisa menggunakan biji, stolon, atau polong
• Kebutuhan benih: ±10–15 kg/ha
3. Tanam Campuran
• Dikombinasikan dengan rumput untuk meningkatkan kualitas pakan