Rumput Benggala
πΏ Rumput Benggala (Panicum maximum)
Megathyrsus maximus atau dikenal sebagai rumput benggala/guinea grass, merupakan hijauan pakan ternak yang bersifat dwifungsi, yaitu dapat digunakan sebagai rumput gembalaan (angonan) maupun rumput potong.
π± Ciri-ciri Rumput Benggala
• Tinggi tanaman: Hingga ±2,5 meter
• Akar: Berimpang (rhizoma), kuat dan dalam
• Daun:
- Lurus dan memita
- Warna hijau tua (disukai ternak)
- Pangkal daun berbulu halus
• Bunga: - Berbentuk malai piramid
- Lebar hingga ±45 cm
- Warna hijau hingga hijau keunguan
• Pertumbuhan: Tegak, bercabang, dan dapat berbunga sepanjang tahun
• Perbanyakan: Biji atau pemisahan rumpun
πΎ Karakteristik Utama
• Tumbuh berumpun (mirip rumput raja, namun lebih halus)
• Tahan kondisi kering dengan naungan ringan
• β Tidak tahan genangan air
• Adaptif di berbagai kondisi lahan tropis
π§ͺ Kandungan Nutrisi
• Bahan kering: 23,6%
• Abu: 12,47%
• Protein kasar: 10,9% (bisa meningkat hingga ±15% dengan pengelolaan baik)
• Lemak kasar: 2,43%
• Serat kasar: 32,9%
• TDN: 53,6%
• Kalsium (Ca): 0,62%
• Fosfor (P): 0,27%
πΏ Keunggulan Rumput Benggala
• Dapat digunakan untuk potong maupun gembala
• Produksi hijauan cukup tinggi
• Disukai ternak (palatabilitas baik)
• Cocok untuk sistem integrasi peternakan