Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Halo! Selamat datang di layanan informasi BPTU HPT Padang Mengatas. πŸ‘‹
Logo

Rumput Packhong

26/03/2026 09:08:44 Admin Satker 1

Rumput Pakchong: Revolusi Hijauan Pakan Ternak dengan Protein Tinggi dan Produksi Melimpah

Padang Mengatas – Dalam dunia peternakan modern, ketersediaan hijauan pakan ternak (HPT) yang berkualitas dan kontinu adalah kunci keberhasilan produktivitas ternak, baik sapi potong maupun sapi perah. Salah satu varietas yang kini tengah menjadi primadona dan dikembangkan secara luas adalah Rumput Pakchong (Pennisetum purpureum cv. Thailand).

Berasal dari Thailand, rumput hasil persilangan ini menawarkan keunggulan yang jauh melampaui varietas konvensional seperti Rumput Gajah biasa atau Rumput Raja.

Keunggulan Nutrisi: Melampaui Standar

Salah satu indikator utama kualitas pakan adalah kandungan Protein Kasar (PK). Rumput Pakchong mencatatkan angka yang impresif, yakni mencapai 16,45%. Jika dibandingkan dengan varietas populer lainnya, Pakchong berada di posisi teratas:

  • Rumput Pakchong: 16,45%

  • Rumput Taiwan: 13%

  • Rumput Odot: 11,6%

Tingginya kadar protein ini sangat krusial untuk mempercepat pertambahan bobot badan harian (ADG) pada sapi serta meningkatkan efisiensi biaya pakan konsentrat.

Produktivitas Tinggi untuk Efisiensi Lahan

Bagi instansi pembibitan atau peternak skala besar, kapasitas produksi per hektar adalah variabel penentu. Pakchong menunjukkan performa luar biasa dengan potensi hasil mencapai 1.500 ton per hektar per tahun.

Angka ini sangat kontras jika dibandingkan dengan Rumput Taiwan yang rata-rata menghasilkan 400 ton/ha/tahun atau Rumput Odot di angka 350 ton/ha/tahun. Dengan kata lain, menanam Pakchong dapat memenuhi kebutuhan pakan ternak empat kali lebih banyak di luasan lahan yang sama.

Karakteristik Agronomis dan Kemudahan Budidaya

Selain aspek nutrisi, Rumput Pakchong diminati karena sifatnya yang tangguh dan memudahkan peternak:

  1. Daya Tahan Lama: Sekali tanam, rumput ini dapat terus berproduksi hingga 9 tahun, menjadikannya investasi jangka panjang yang hemat biaya.

  2. Siklus Panen Cepat: Dapat dipanen setiap 40 hingga 50 hari, memastikan rotasi pakan tetap terjaga sepanjang tahun.

  3. Ramah Lingkungan & Pekerja: Secara fisik, Pakchong tidak memiliki bulu-bulu tajam (tidak berduri) yang biasanya menyebabkan gatal pada kulit pemanen. Hal ini juga meningkatkan palatabilitas (tingkat kesukaan) ternak terhadap pakan.

  4. Tahan Kekeringan: Di musim kemarau, Pakchong relatif bandel. Penyiraman intensif tidak terlalu diperlukan; cukup seminggu sekali untuk menjaga pertumbuhan tetap optimal.

Youtube TikTok Facebook Whatapps