Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Halo! Selamat datang di layanan informasi BPTU HPT Padang Mengatas. πŸ‘‹
Logo

Rumput Setaria

26/03/2026 09:21:29 Admin Satker 1

Setaria sphacelata: Si Rumpun Rimbun yang Tangguh di Segala Medan

Padang Mengatas – Efisiensi lahan peternakan seringkali ditentukan oleh kemampuan kita memilih varietas yang adaptif terhadap mikroklimat tertentu. Setaria sphacelata, rumput asal Afrika yang telah mendunia, menjadi pilihan strategis bagi peternak yang membutuhkan hijauan dengan produktivitas tinggi namun tetap toleran terhadap kondisi lahan yang variatif, mulai dari kekeringan hingga genangan air.

Karakteristik Fisik: Kokoh dan Berlimpah Batang

Setaria tumbuh tegak membentuk rumpun yang sangat rimbun dan padat. Dalam kondisi manajemen yang optimal, satu rumpun tunggal mampu menghasilkan ratusan batang produktif. Ciri khas visualnya meliputi:

  • Pangkal Batang: Memiliki warna kemerahan yang mencolok, memudahkan identifikasi di lapangan.

  • Daun: Bertekstur lunak dan lebar, dengan bulu halus di bagian permukaan atas dekat batang, menjadikannya sangat disukai (palatabel) oleh sapi.

  • Tinggi Tanaman: Dapat menjulang hingga 2 meter, memberikan volume hijauan yang signifikan.

Profil Adaptasi: Solusi Lahan Basah dan Ternaungi

Salah satu "kekuatan super" dari Setaria adalah fleksibilitas lingkungannya yang jarang dimiliki rumput lain:

  1. Toleransi Naungan: Berbeda dengan Rumput Odot yang butuh matahari penuh, Setaria relatif tahan terhadap naungan, sehingga cocok ditanam di sela-sela pohon pelindung atau sistem silvopastura.

  2. Ketahanan Air: Sangat menyukai tanah lembap dan mampu bertahan dalam kondisi genangan air sesaat, namun tetap menunjukkan daya tahan yang baik di musim kemarau.

  3. Respons Pupuk: Sangat responsif terhadap pemupukan Nitrogen. Semakin baik nutrisi tanahnya, semakin rimbun rumpun yang dihasilkan.

Produktivitas dan Manajemen Budidaya

Setaria menawarkan angka produksi yang stabil untuk menunjang stok pakan harian:

  • Produksi Hijauan: Mencapai 60–100 ton per hektar per tahun.

  • Metode Tanam: Dapat diperbanyak dengan biji (4–10 kg/ha) atau melalui sobekan rumput (pols) dengan jarak tanam yang ideal adalah 70 x 90 cm.

  • Interval Panen: Pada musim hujan, pemotongan dilakukan setiap 35–40 hari untuk menjaga kualitas nutrisi. Di musim kemarau, interval diperpanjang hingga 60 hari.

Sinergi dengan Leguminosa

Untuk meningkatkan kualitas protein pakan, Setaria sangat ideal ditanam berdampingan dengan legum seperti Lamtoro, Siratro, atau Centrosema. Kombinasi ini tidak hanya memperkaya nutrisi pakan tetapi juga menjaga kesuburan tanah melalui fiksasi nitrogen secara alami.

Kesimpulan

Setaria sphacelata adalah pilar penting dalam keberlanjutan pakan ternak. Kemampuannya bertahan di berbagai kondisi lingkungan—baik kering, tergenang, maupun ternaungi—menjadikannya sumber pakan yang sangat andal dan fleksibel bagi peternakan modern di wilayah tropis.

Youtube TikTok Facebook Whatapps