Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatuX https://ditjenpkh2.pertanian.go.id/
Logo

BPTU-HPT Padang Mengatas Hadiri Kegiatan Penanaman Serentak di Lokasi Bencana Kabupaten Solok

16/01/2026 08:22:00 Admin Satker 8

Kabupaten Solok, 15 Januari 2026 — Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Padang Mengatas turut menghadiri kegiatan Penanaman Serentak di lokasi terdampak bencana yang dilaksanakan di Kabupaten Solok. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan sektor pertanian pascabencana banjir dan hidrometeorologi.

 

BPTU-HPT Padang Mengatas dihadiri oleh Multiviza Muslim, S.Pt.,M.Pt selaku Ketua Tim Kerja Informasi dan Jasa Produksi. Kegiatan tersebut juga diikuti oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia secara virtual, serta sejumlah pejabat pusat dan daerah.

 

Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian, Dr. Ir. Sam Herodian MS, IPU, APEC Eng, menyampaikan bahwa lahan pertanian yang telah selesai direhabilitasi akan langsung ditanami padi. Pemerintah juga memberikan dukungan berupa penambahan pupuk, penyediaan benih, serta memastikan tahapan pemulihan selanjutnya berjalan secara bertahap dengan mengedepankan kerja sama lintas sektor.

 

Pada hari yang sama, kegiatan ground breaking juga dilaksanakan secara serentak di beberapa wilayah terdampak bencana lainnya, yakni Tapanuli Tengah (Sumatera Utara) dan Aceh Utara (Aceh). Kegiatan ini bertujuan agar sawah yang sebelumnya terendam lumpur dapat segera kembali dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian.

 

Dalam rangka mempercepat rehabilitasi lahan dan irigasi, pemerintah menurunkan alat berat ke lokasi terdampak. Langkah ini diharapkan dapat mendukung pelaksanaan mitigasi bencana secara maksimal dan berkelanjutan.

 

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P yang hadir langsung di Aceh Utara, menegaskan komitmen pemerintah untuk mendampingi petani hingga masa tanam kembali terlaksana. Pemerintah menyalurkan bantuan senilai lebih dari Rp75 miliar dalam bentuk pupuk dan alat mesin pertanian (alsintan) bagi petani korban banjir, agar petani terdampak hidrometeorologi dapat bangkit dan kembali berproduksi.

 

Menteri Pertanian juga menambahkan bahwa saat ini merupakan momentum untuk melakukan rehabilitasi besar-besaran sawah dan irigasi, dengan target 100 ribu hektare lahan pertanian. Seluruh bantuan diberikan secara gratis, term

Youtube TikTok Facebook Whatapps