Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Halo! Selamat datang di layanan informasi BPTU HPT Padang Mengatas. 👋
Logo

Red Napier Grass

26/03/2026 09:12:12 Admin Satker 1

 

Red Napier Grass: Si Cantik yang Berenergi Tinggi untuk Ternak Masa Depan

Padang Mengatas – Diversifikasi hijauan pakan ternak kini semakin berwarna dengan hadirnya Red Napier Grass (Pennisetum purpureum var. rubrum). Sesuai namanya, rumput ini memiliki ciri khas visual yang mencolok dengan batang kemerahan dan semburat ungu pada daunnya, menjadikannya tidak hanya fungsional sebagai pakan, tetapi juga unggul secara kualitas nutrisi.

Karakteristik Fisik dan Visual

Red Napier adalah varietas rumput gajah yang mampu tumbuh menjulang hingga 4 meter. Batangnya tebal, kaya akan kandungan air (succulent), dan memiliki tekstur yang relatif lebih renyah dibandingkan rumput gajah biasa. Warna merah pada batang dan garis daunnya menandakan adanya kandungan antosianin yang juga bermanfaat bagi kesehatan ternak.

Profil Nutrisi: Keseimbangan Antara Protein dan Energi

Secara teknis, Red Napier menawarkan profil nutrisi yang sangat bersaing untuk mendukung pertumbuhan ternak ruminansia:

  • Protein Kasar (PK): Berkisar antara 12–15%, setara dengan rumput unggul lainnya dan sangat efektif untuk mendukung produksi susu maupun pembentukan otot.

  • Serat Kasar: 30–35%, memberikan struktur pakan yang baik untuk proses ruminasi.

  • Kadar Gula Tinggi: Batangnya yang berair mengandung karbohidrat terlarut yang tinggi, sehingga memberikan rasa manis yang sangat disukai (palatabel) oleh sapi, kambing, maupun domba.

Adaptabilitas dan Produktivitas

Red Napier dikenal sebagai tanaman yang tangguh di wilayah tropis seperti Indonesia. Beberapa keunggulan agronomisnya meliputi:

  1. Daya Tahan Cuaca: Mampu beradaptasi dengan baik di dataran rendah hingga ketinggian 1.500 mdpl dan memiliki toleransi yang baik terhadap kondisi kering.

  2. Produktivitas Tinggi: Dengan manajemen yang tepat, rumput ini mampu menghasilkan 40–50 ton hijauan segar per hektar dalam satu siklus panen.

  3. Pertumbuhan Cepat: Karakteristik pertumbuhannya yang agresif memungkinkan peternak memiliki ketersediaan pakan yang stabil sepanjang tahun.

Manajemen Pemeliharaan

Untuk menjaga kualitas protein tetap di angka maksimal (15%), diperlukan manajemen pemangkasan yang rutin. Pemanenan pada umur yang tepat sangat penting agar batang tidak terlalu berkayu (keras). Meskipun tahan kering, pemberian air yang cukup dan pemupukan organik akan mendongkrak produksi hijauan secara signifikan.

Youtube TikTok Facebook Whatapps