Rumput BH Brachiara Humidecola
Lengkap sudah seri profil hijauan Anda dengan hadirnya Rumput Beha (Brachiaria humidicola). Sebagai penutup yang sangat krusial, rumput ini adalah "spesialis lahan ekstrem" yang sangat cocok untuk karakteristik perbukitan dan lahan marginal di Indonesia.
Berikut adalah draf artikel ketujuh untuk melengkapi ensiklopedia pakan di BPTU-HPT Padang Mengatas:
Rumput Beha (Brachiaria humidicola): Si Penakluk Lahan Marginal dan Penguat Terasering
Padang Mengatas – Dalam mengelola lahan peternakan, seringkali kita dihadapkan pada tantangan tanah dengan tingkat keasaman (pH) tinggi atau kesuburan yang rendah. Rumput Beha (Brachiaria humidicola), varietas tangguh asal Zimbabwe, hadir sebagai solusi pakan yang andal karena kemampuannya bertahan di kondisi yang tidak mampu ditoleransi oleh rumput unggul lainnya.
Karakteristik Fisik: Hamparan Lebat yang Stabil
Rumput Beha tumbuh membentuk hamparan rimbun yang rapat dengan ketinggian mencapai 1 meter. Batangnya yang beruas pendek dan perakaran yang dalam memberikan stabilitas luar biasa pada struktur tanah. Secara visual, rumput ini mudah dikenali dari daunnya yang berbulu halus berwarna hijau tua serta bunganya yang berwarna ungu kecoklatan.
Profil Nutrisi dan Respon Pemupukan
Secara kualitas, Rumput Beha memang memiliki kandungan protein di bawah 10%, sedikit lebih rendah dibandingkan spesies Brachiaria lainnya. Namun, rumput ini memiliki keunggulan teknis lainnya:
-
Produksi Hijauan Segar: Mampu menghasilkan 100–150 ton per hektar per tahun.
-
Responsif terhadap Nitrogen: Meskipun bisa tumbuh di tanah miskin hara, rumput ini sangat responsif terhadap pemupukan Nitrogen untuk mendongkrak kualitas daunnya.
-
Siklus Panen: Pada musim hujan dapat dipanen setiap 40 hari, sementara di musim kemarau tetap produktif dengan interval 50–60 hari.
Keunggulan Strategis: Ketahanan Tanpa Tanding
Apa yang membuat Brachiaria humidicola istimewa bagi peternak?
-
Toleransi pH Ekstrem: Mampu tumbuh subur pada tanah sangat masam (pH 3,5) hingga netral.
-
Adaptasi Iklim Dualistik: Sangat tahan terhadap kekeringan (tetap hijau di musim kemarau) sekaligus tahan terhadap genangan air, sebuah kombinasi yang jarang ditemukan pada rumput lain.
-
Fungsi Konservasi: Karena sifat pertumbuhannya yang rapat dan akarnya yang kuat, rumput ini sering digunakan sebagai penguat terasering di lahan miring untuk mencegah erosi.
-
Tahan Penggembalaan Berat: Struktur hamparannya memungkinkan rumput ini dipotong lebih rendah dan tahan terhadap injakan serta renggutan ternak yang intensif.
Saran Budidaya: Tanaman Pendamping
Untuk menutupi kekurangan kadar proteinnya, sangat disarankan menanam Rumput Beha bersama tanaman kacang-kacangan (Leguminosa) seperti Arachis pintoi, Siratro, atau Centrosema. Kombinasi ini akan menciptakan padang penggembalaan dengan nutrisi yang jauh lebih seimbang.