Rumput Gajah Odot
πΏ Rumput Gajah Odot
Pennisetum purpureum var. Odot merupakan varietas rumput gajah unggulan yang banyak dikembangkan di Indonesia sebagai sumber hijauan pakan ternak berkualitas tinggi.
π± 1. Asal
Rumput gajah odot berasal dari pengembangan rumput gajah tropis (asal Afrika) yang kemudian dibudidayakan secara luas di Indonesia karena produktivitas dan kualitas pakannya yang baik.
π§ͺ 2. Kandungan Nutrisi
• Bahan kering (BK): 19,9%
• Serat kasar (SK): 34,2%
• Protein kasar (PK): 10,2% (dapat mencapai 12–17%)
• Abu: 11,7%
• Lemak: 1,6%
π Memiliki palatabilitas tinggi (sangat disukai ternak)
βοΈ 3. Lingkungan Tumbuh
Kondisi Optimal
• Ketinggian: 0–1.500 mdpl
• Curah hujan: 800–2.000 mm/tahun
• Tanah: Subur, tidak tergenang
• Sinar matahari: Penuh
Ketahanan
• Adaptif di daerah tropis
• β Tidak tahan genangan air
• β Kurang optimal di tempat terlalu teduh
π 4. Produksi
• Hijauan segar: hingga ±200 ton/ha/tahun
• Bahan kering: ±40–50 ton/ha/tahun
π Termasuk salah satu rumput dengan produktivitas sangat tinggi
πΏ 5. Keunggulan
• Produksi tinggi & pertumbuhan cepat
• Batang lebih lunak → disukai kambing & domba
• Banyak anakan (±20 anakan per rumpun dalam 2 kali panen)
• Bisa ditanam monokultur atau tumpangsari
• Cocok untuk silase
• Jarak tanam: ±50–75 cm antar barisan
β οΈ 6. Kekurangan
• Tidak tahan genangan air
• Membutuhkan sinar matahari penuh
• Produksi menurun pada lahan teduh
π± 7. Perbanyakan
• Dilakukan secara vegetatif (stek batang)
• Panjang stek: ±30 cm
• Gunakan batang sehat untuk pertumbuhan optimal
βοΈ 8. Interval Pemotongan
• Panen pertama: 70–80 hari
• Ciri siap panen: ruas batang ±15 cm
Panen selanjutnya:
• Musim hujan: 35–45 hari
• Musim kemarau: 40–50 hari